Meriahnya Nuansa Karnaval di Invasion 2017

0
118

INVASION 2017 hadir untuk keempat kalinya. Tahun ini, INVASION mengusung tema “Lost In Wonderland”. Sesuai dengan temanya, suasana karnaval sangat terasa. Sejak pukul 1900 WIB, sudah banyak penonton datang dan antri memasuki tempat acara di JIEXPO Kemayoran.

Suasana karnaval pertama dimulai sejak pintu gerbang, dimana kami melihat ada ferris wheel yang bisa dinaiki oleh penonton. Masuk ke Hall B, suasana meriah makin terlihat. Ada beberapa booth aktivasi yang bisa dikunjungi penonton. Bahkan ada komidi putar di tengah-tengah venue. Kami menuju ke area Euphorics Ground dimana Droeloe sedang menghibur penonton. Vincent Rooijers dan Hein Hamers menghibur penonton dengan lagu-lagu genre Trap dan membuat penonton melompat tanpa henti. Apalagi ketika lagu “Jump” dimainkan.

Setelah Droeloe, Alan Walker tampil ke atas panggung. Kehadiran Alan Walker membuat penonton memadati area panggung. Selain membawakan lagu-lagu hitsnya, cukup mengejutkan karena DJ asal Norwegia ini memainkan lagu “Great Spirit” dari Armin Van Buuren dan Highlight Tribe. Lagu yang cukup jauh dari genre asli Alan Walker. Penampilan Alan Walker sendiri cukup solid. Setelah penampilan Alan Walker selesai, kami memutuskan untuk pergi ke Underworld Area. Di area itu, DNSW dan Sixteen sedang menghibur dengan lagu-lagu bernuansa Techno dan Progressive. Sejenak kami kembali ke area Euphorics Ground dan San Holo sudah berada di atas panggung. Sekali lagi, penonton pun tetap antusias menari. Kembali ke Underworld Area, Seb Zito sudah di atas panggung. Lagu-lagu yang dibawakan oleh Seb Zito seakan menghipnotis penonton untuk terus bergoyang. Kami juga memutuskan untuk melihat Shonky sebagai penutup Underworld Area. Euphhorics Gorund sudah penuh dengan penonton yang ingin melihat Martin Garrix dan Andrew Rayel.

Secara konsep, INVASION tahun ini cukup meriah. Panggung Euphorics Ground dihiasi gambar raksasa yang menggambarkan atraksi yang biasa ditemukan di karnaval luar negeri. Kontras dengan Underwolrd Area yang tata panggung cukup simpel. Meski demikian, kami lebiih menyukai pengaturan area pada INVASION tahun lalu.
Underworld Area diletakkan di luar Hall B. Kami sempat bingung mencari dimana area ini, kalau saja kami tidak sengaja menuju toilet. Penasaran, kami sampai mengitari Hall B untuk mencari apakah ada papan petunjuk Underworld Area. Kami hanya menemukan 2 petunjuk, itu pun di luar Hall B.

Di dalam Hall B sendiri kami tidak menemukan petunjuk apapun mengenai Underworld Arena dan ini sempat kami konfirmasikan kepada beberapa penonton yang juga sempat kebingungan. Suasana di Underworld Area lebih mirip private rave party karena jumlah penonton di bawah 100 orang. Mungkin karena cuaca malam itu cukup panas. Hanya tersedia 4 buah kipas besar yang diletakkan tepat di depan panggung, yang tentu saja tidak cukup untuk area sebesar itu.

Secara keseluruhan, INVASION 2017 cukup menarik. Semoga di tahun berikutnya bisa lebih meriah lagi. Sampai bertemu di INVASION 2018! (Teks: Maddy Pertiwi / Foto: Muhammad Yusuf)

CLICK HERE FOR MORE PHOTOS!!!

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here