Humidumi Gandeng Methiums dalam Single Melankolis “Sementara Biru”.

0

Biru bisa diidentikkan dengan langit atau laut, namun bagi unit alternative asal Surabaya – Humidumi, warna biru diidentikkan dengan kesedihan dan melankolia seperti nampak di single terbaru mereka bertajuk “Sementara Biru”. Lagu berdurasi 4 menit 23 detik tersebut diawali oleh rekaman telepon seseorang wanita yang memutuskan hubungan dengan kekasihnya. Dituturkan oleh Brilyan Prathama selaku penulis lagu dan komposer dari “Sementara Biru”, lagu ini mengisahkan akhir dari romansa sepasang atau sekelompok manusia disebabkan karena mereka sendiri, bukan dari pihak ketiga atau faktor lingkungan. Ditulis dan dinyanyikan dalam bahasa Indonesia, “Sementara Biru” adalah karya kedua Humidumi yang menggunakan bahasa ibu mereka sendiri.

Kelugasan dalam penuturan lirik serta mudahnya pemahaman dan penjiwaan membuat karya terbaru Humidumi tersebut tidak mengalami tantangan berarti saat proses pembuatan hingga perekaman. “Dengan bahasa Indonesia, bisa dibilang prosesnya lebih sakral dibandingkan bernyanyi dengan bahasa Inggris,” ungkap Qanita Hasinah selaku vokalis. Lagu ini terlahir dari proses workshop yang dilakukan keenam pemuda pemudi Surabaya tersebut di kediaman Irna, sang bassist, di wilayah Kasembon Kabupaten Malang tanpa ditemani sinyal komunikasi dan hiruk pikuk perkotaan. Lebih istimewanya lagi, “Sementara Biru” direkam saat bulan puasa sehingga mereka harus melawan rasa malas dan dahaga sembari merampungkan total 2 lagu selama workshop.

Kelugasan dalam penuturan lirik serta mudahnya pemahaman dan penjiwaan membuat karya terbaru Humidumi tersebut tidak mengalami tantangan berarti saat proses pembuatan hingga perekaman. “Dengan bahasa Indonesia, bisa dibilang prosesnya lebih sakral dibandingkan bernyanyi dengan bahasa Inggris,” ungkap Qanita Hasinah selaku vokalis. Lagu ini terlahir dari proses workshop yang dilakukan keenam pemuda pemudi Surabaya tersebut di kediaman Irna, sang bassist, di wilayah Kasembon Kabupaten Malang tanpa ditemani sinyal komunikasi dan hiruk pikuk perkotaan. Lebih istimewanya lagi, “Sementara Biru” direkam saat bulan puasa sehingga mereka harus melawan rasa malas dan dahaga sembari merampungkan total 2 lagu selama workshop.

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Humi Dumi (@humidumi)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here