Proletary: Menyuarakan Protes dalam Lagu

0

Banyak medium yang bisa kita gunakan untuk menyuarakan aspirasi, salah satunya adalah lewat lagu. Hal ini lah yang dilakukan oleh unit hardcore band asal Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Proletary. Dimana tema-tema lagu yang mereka ciptakan, kebanyakan menyoal tentang dinamika sosial, moralitas, eksploitasi sumber daya alam dan sebagainya.

Proletary terbentuk di tahun 2019 dan beranggotakan Adel (vokal), Fikri (gitaris), Adul (gitaris), Mamonk (bass) dan Nanda (drum). Sejauh ini Proletary telah merilis tiga single, yang pertama “Stigma Membungkam”. Lagu ini menyinggung tentang tingginya syahwat politik sebagian kelompok masyarakat saat ini, yang berebut kursi di pemerintahan.

Single kedua berjudul “Karna Diam adalah Pengkhianatan”. Lagu ini bercerita tentang eksploitasi sumber daya alam di daerah asal mereka, yang semakin tak terkendali. Hal ini cukup dimaklumi mengingat Kalimantan Selatan merupakan sentra penghasil batu bara, batu mulia dan kayu besi (ulin). Selain itu banyak juga lahan hijau, yang dibabat menjadi ladang kelapa sawit, sehingga menganggu ekosistem yang ada.

Lalu single ketiga diberi judul “Perlawanan Lihat Lawan”. Adapun lagu ini, menyorot tentang prilaku masyarakat kita yang rentan di adu domba. “Dalam Proletary seluruh personil turut andil dalam menciptakan lirik maupun aransemen” ungkap Mamonk.

Kabar baiknya dalam waktu dekat mereka akan merilis mini album berisi 7 track, yang memuat tiga lagu di atas dan empat materi baru. Rencananya mini album tersebut, akan di rilis dalam format fisik dan digital. Buat kalian yang suka sound new school hardcore dengan cita rasa lokal, maka Proletary jawabnya. ***

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.